Kamis, 04 April 2013

Petualangan Tintin

Semasa masih duduk di Sekolah Dasar, saya sangat menyukai semua komik. Adapun komik tersebut adalah Serial Donal Bebek, Asterix, Kwik & Flupke, Lucky Luke dan Petualangan Tintin. Dari kelima serial komik itu, serial Petualangan Tintin adalah serial atau komik favorit saya. Semasa saya duduk di sekolah dasar, saya ssampai menabung untuk membeli serial tintin ini yang dulu harganya masih lumayan murah. Terkadang juga dibelikan oleh ibu atau kakak saya. Saya masih ingat judul-judul serial Tintin sampai ringkasan cerita setiap petualangannya. Dulu hampir saya koleksi semua serial Petualangan Tintin. Tapi sekarang, semua serial itu lenyap entah kemana. Mulai awal tahun ini, saya sudah mulai mengumpulkan koleksi serial Tintin kembali dan kini semua serial Petualanganh Tintin ini sudah direlease atau diterbitkan kembali. Dan dapat dijumpai di toko buku terkemuka di kota-kota besar, contohnya di toko buku Gramedia. 
Untuk sahabat-sahabat yang belum mengetahui siapakah Tintin itu, bagaimana sejarah pertama kali dibuat pertama kali komik petualangan Tintin, siapa pembuat karakter-karakter yang ada di komik ini, saya akan jelaskan semuanya disini.

Petualangan Tintin dalam bahasa Perancisnya adalah : ''Les Aventures de Tintin et Milou'') adalah serial komik yang diciptakan oleh Herge, seorang artis dari Belgia. Herge adalah pseudonim dari Georges Remi (1907-1983) yang dituliskan menjadi RG (dibaca sebagai Herge dalam bahasa Perancis). Serial ini pertama kali muncul dalam bahasa Perancis sebagai lampiran bagian anak-anak dari koran Belgia, Le Viengtime Siecle pada tanggal 10 Januari 1929. Petualangan Tintin sendiri menampilkan beberapa pemain yang saling melengkapi satu sama lainnya. Dari tahun ke tahun, serial ini menjadi bacaan favorit dan bahan kritikan dari para kritikus selama lebih dari 70 tahun.
Tokoh utama dari serial ini adalah seorang wartawan Belgia muda dan pengembara bernama Tintin. Sejak kemunculannya pertama kali, ia telah ditemani oleh seekor anjing jenis fox terrier yang bernama Milo atau Snowy (dalam bahasa Perancis, namanya adalah Milou). Dalam kisah selanjutnya dimunculkan beberapa pemain tambahan seperti Kapten Haddock, yang terkenal dengan sumpah serapahnya, namun dia sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kepelautan dan asas kesetaraan. Kemudian ada juga Profesor Calculus atau Lakmus (Professour Tornesol) yang sangat cerdas namun memiliki masalah dengan pendengarannya. Dan tak lupa karakter Dupont dan Dupond atau Thomson dan Thompson dalam bahasa Inggris, detektif kembar yang sangat tidak kompeten.
Dengan keberhasilan serial ini, komik tersebut dikumpulkan menjadi suatu album petualangan (23 secara keseluruhan dan ditambah satu album yang masih berupa sketsa yaitu Tintin dan Alpha-Art), yang berhasil dan telah diadaptasi ke dalam bentuk film dan teater. Komik ini adalah salah satu komik Eropa yang sangat terkenal pada abad ke 20.. Sudah lebih dari 200 juta bukunya diterbitkan dan diterjemahkan ke dalam lebih dari 50 bahasa termasuk bahasa Indonesia.
Serial komik ini sangat digemari karena gaya gambarnya yang bersih tetapi ekspresif (gaya Hergé yang disebut ligne claire) dan didasarkan pada riset yang mendalam oleh pengarangnya, yang terbagi atas aliran: petualangan dengan elemen fantasi, misteri, politik dan sains fiksi. Kisah Tintin juga selalu menampilkan humor slapstick yang mengomentari tentang politik dan budaya pada suatu negara atau suatu masa.

Saya masih ingat semua judul-judul serial Petualangan Tintin. Akan saya sebutkan satu persatu semua serial Petualangan Tintin : Tintin Di Kongo, Lotus Biru, Tintin Di Amerika, Patung Kuping Belah, Cerutu Sang Faraoh, Rahasia Pulau Hitam, Tongkat Raja Ottokar, Kepiting Bercapit Emas, Rahasia Kapal Unicorn, Harta Karun Rackham Merah, Tujuh Bola Ajaib, Tawanan Dewa Matahari, Bintang Jatuh, Negeri Emas Hitam, Ekspedisi Ke Bulan, Penjelajahan Di Bulan, Hiu Hiu Laut Merah, Penculikan Calculus/Lakmus, Penerbangan 714, Zamrud Castafiore, Tintin Di Tibet, Tintin Dan Picaros, Tintin Di Danau Hiu dan yang terakhir serial atau album yang masih sketsa yaitu Tintin dan Alpha-Art. Semua yang saya sebutkan di atas adalah judul-judul serial Tintin dalam bahasa Indonesia.

Sampai saat ini, saya masih menyukai serial Petualangan Tintin. Petualangan Tintin ini pernah dibuat serial film dan pernah ditayangkan di beberapa stasiun telvisi swasta dan lokal di Indonesia. Dan juga pernah dibuat versi film. Film Rahasia Unicorn adalah film pertama dari trilogi film yang diadaptasi ke layar lebar. Film ini sudah diputar di seluruh dataran Inggris dan negara-negara lainnya termasuk Indonesia pada paruh akhir Oktober atau awal November 2011. Film ini dibintangi oleh sederet aktor terkenal seperti Jamie Bell sebagai Tintin, Andy Serkis sebagai Kapten Haddock dan Daniel Craig sebagai Rackham Merah. Film ini juga diarahkan oleh dua sutradara, yaitu Steven Spielberg and Peter Jackson.
Spielberg pertama kali mendapatkan hak untuk memfilmkan komik ini sesudah kematian Herge pada tahun 1983, dan memperbaharuinya pada tahun 2002. Pengambilan gambar pertamanya dijadwalkan pada bulan Oktober 2008 untuk kemudian diedarkan pada tahun 2010, namun mengalami penundaan hingga tahun 2011 sesudah Universal Studios membatalkan menjadi produsernya dengan Paramount Pictures dan bersedia menyediakan dana hingga 30 juta USD selama masa pra-produksi, hingga akhirnya didukung oleh Sony Pictures Entertainment yang menjadi produser pendamping. Penundaan tersebut mengakibatkan pembatalan peran dari Thomas Sangster, yang seharusnya berperan sebagai Tintin. Produser Peter Jackson, dimana perusahaan yang dimilikinya yaitu Weta Digital menyiapkan dan membuat animasinya, berkeinginan untuk membuat lanjutannya, dimana di film yang ketiga akan disutradarai oleh Steven Spielberg dan Peter Jackson. 

Serial Petualangan Tintin sangat disukai oleh semua umur dan serialnya akan selalu diingat oleh semua pembacanya atau Tintin-ers (fans fanatik serial Tintin). Untuk sahabat-sahabat yang sangat menyukai serial Petualangan Tintin bisa follow twitter di @FaktaTintin atau like saja Petualangan Tintin di Facebook. 




Tidak ada komentar:

Posting Komentar